Gelar Karya P5
Pagelaran Teater \\\\\\\"Bhineka Tunggal Ika\\\\\\\"

By Lucky Azizatul Lukman 31 Okt 2022, 09:53:54 WIB Sejarah Indonesia
Gelar Karya P5

Kamis, 13 Oktober 2022, SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap menyelenggarakan Pagelaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema “Bhineka Tunggal Ika” bagi kelas X.

Pagelaran yang ditampilkan berupa pentas teater kisah pahlawan. Teater yang ditampilkan hari ini adalah Ki Hajar Dewantara, R.A Kartini, Pangeran Diponegoro, dan Jenderal Sudirman. Pagelaran ini hanya disiapkan dalam kurun 2 minggu. Murid – murid kelas X sangata antusias berpartisipasi dalam acara pagelaran ini, mulai dari berlatih peran dan  menyiapkan properti.

SMA Al Irsyad menggunakan sistem block dengan pembagian waktu enam pekan khusus untuk  projek P5. Hal ini dilakukan pemerintah dengan tujuan :

  1. Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat.
  2.  Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.
  3. Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya.
  4. menjadikan peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif.

Pagelaran dilaksanakan dari pukul 08.00 sampai 11.00 di SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap, yang juga ditampilkan melalui siaran langsung di youtube channel SMA Al Irsyad Cilacap.

Acara diawali dengan sambutan dari kepala yayasan, kepala sekolah, dan dilanjut dengan doa. Untuk penampilan pertama dari kelas X – 3 dengan membawakan Drama Musikal Pangeran Diponegoro.  Pentas diawali dengan sebuah tarian pendek dengan diiringi lagu Sinanggar Tulo yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Setelahnya adalah pengenalan tokoh yang memerankan sebagai Pangeran Diponegoro yang diiringi oleh para penari. Lalu, dilanjut dengan adegan - adegan drama yang setiap adegannya dibacakan oleh narator. Dimulai dengan adegan percakapan dari pihak Belanda untuk membahas sebuah keputusan dan memerintahkan anak buahnya. Dilanjut dengan adegan selanjutnya hingga puncak dari pementasan drama Pangeran Diponegoro yaitu adegan peperangan melawan pihak Belanda.

Di akhir pementasan, ditampilkan pembacaan puisi yang dibacakan oleh dua orang yang tidak lupa dengan mimik dan peragaan yang menambah nilai keunikan dari pentas tersebut. Sebagai penutup, seluruh pemeran dan semua yang telah berpartisipasi dalam pagelaran pementasan Drama Musikal Pangeran Diponegoro berkumpul diatas panggung lalu sutradara membacakan sebuah pantun dan juga ucapan terimakasih oleh seluruh murid.

“Dan semoga kegigihan Pangeran Diponegoro tersebut bisa menjadi sebuah teladan bagi yang menonton, juga terkhusus untuk para pemerannya yang sudah berlatih dalam pagelaran dengan maksimal dan memiliki hasil yang cukup” pesan Almira, salah satu murid dari kelas X - 3

Selanjutnya teater dengan judul ‘Putra Keraton Pahlawan Bangsa’ yang dibawakan oleh kelas X – 1, diawali dengan tarian pembukaan, kemudian para murid membawakan nuansa Jogja dan Belanda dengan monumennya yang terkenal, yaitu Tugu Jogja dan Kincir Angin Belanda yang terbuat dari kardus. Penataan properti juga tersusun rapi sesuai dengan latar yang diceritakan.

Teater diawali dengan tari pembukaan yang diiringi dengan lagu tradisional ‘Paris Barantai’ dilanjut dengan penampilan teater Ki Hajar Dewantara. Penampilan kali ini menghadirkan tokoh Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Diselingi dengan puisi di tengah – tengah penampilan, pembawaan puisi begitu indah dan menarik perhatian para penonton. Para murid benar – benar menampilkan karakter dengan totalitas dan mendalami perannya masing – masing.

Kemudian penampilan dari X – 2 dengan membawakan kisah R.A Kartini yang berjudul ‘Perjuangan Kartini Mendirikan Pendidikan’. Alur yang singkat dan tertata membuat pertunjukan lebih mudah dipahami. Properti, backsound, dan pakaian yang sangat pas dengan tokoh R. A. Kartini membuat para audiens lebih terbawa suasana. Diakhiri dengan puisi individu dengan intonasi yang cukup bagus dan menyanyikan lagu ‘Ibu Kita Kartini’ bersama.

“Diharapkan para murid lebih mengetahui minat dan bakatnya dan menjadikan pribadi yang lebih bertanggung jawab akan sebuah tugas” ujar Zaskira, pembaca puisi pada drama ‘Perjuangan Kartini Mendirikan Pendidikan’.

Terakhir, ada penampilan dari kelas X – 4 yang tidak kalah menarik dengan judul ‘The General Attack of 1 March 1949’ diawali dengan tarian dari berbagai daerah, kelihaian murid dalam menari membuat awal dari penampilan mereka menarik

Cerita yang dibawakan oleh para murid sangat membuat para audiens terpukau, mulai dari kemampuan murid dalam memperagakan sebuah tokoh serta deretan pembacaan puisi yang membuat mereka terkesima.

“Harapan untuk para murid adalah, agar mereka bisa menjadi generasi yang mampu berdiri dengan pendirian masing - masing walaupun dengan pendirian yang berbeda - beda. Menjadi generasi yang mampu berkreasi di dalam bidang – bidang yang memang diminati. Dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lebih bersinar lagi.” Ujar Latifah, murid kelas X – 4

Dengan berakhirnya pementasan dari kelas terakhir, berakhir pula gelaran acara P5 untuk sesi pertama ini. selanjutnya, gelar karya P5 modul kedua akan dilaksanakan pada akhir bulan oktober mendatang.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment